Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Sistem produksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem produksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2012

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI

Penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia dinamakan juga penyakit kelamin. Pada umumnya, penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit tersebut dapat menyerang pria maupun wanita.
1. Sifilis
Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifilis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.
Tanda-tanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara
cepat.
2. Gonore (kencing nanah)
Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore, antara lain keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin; rasa panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapat mengakibatkan kemandulan.
Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.
3. Herpes Genetalis
Herpes genetalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab penyakit herpes genetalis adalah Herpes simpleks. Gejala penyakit herpes genetalis, antara lain timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.

Penyakit Pada Organ Reproduksi

SEIRING meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, kasus-kasus penyakit kandungan maupun infertilitas semakin banyak. Penyakit yang sering terjadi pada organ reproduksi wanita antara lain:
  • Radang atau infeksi.
  • Kelainan bawaan.
  • Tumor. Tumor ada yang ganas dan ada yang jika seperti kista endometriosis (tumor jinak indung telur) dan myoma uteri (tumor rahim). Penyakit-penyakit di atas haruslah diwaspadai karena dapat mengganggu kualitas hidup dan penyebab infertilitas.
Berikut ini beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui lebih dini tentang penyakit pada organ reproduksi:
  • Mengetahui pola normal/abnormal dari siklus haid kita.
  • Mengetahui gejala penyakit karena infeksi.
  • Mengetahui adanya pembesaran pada organ reproduksi.
  • Mengetahui gejala akibat pendesakan
  • Melakukan pemeriksaan, antara lain: pemeriksaan Ginekologi, Laboratorium, Rontgen (HSG), Ultrasonografi (USG) dan Laparoscopy Hysteroscopy.
Laparoscopy Hysteroscopy
Adanya dukungan dari sarana kesehatan yang berbasis teknologi seperti Laparoscopy Hysteroscopy menjadi alternatif solusi yang dapat mendiagnosis dan menterapi dengan jejas (bekas) operasi yang minimal.
Laparoscopy merupakan teknik pembedahan atau operasi minimal invasif (Minimal Invasive Surgery) yang dilakukan dengan membuat lubang (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Lubang digunakan untuk memasukkan alat yang dilengkapi dengan kamera yang memiliki resolusi tinggi untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor.
Ada dua jenis penggunaan Laparoscopy Hysteroscopy, yaitu diagnostik dan untuk operatif. Untuk diagnostik, dipakai untuk menilai apakah saluran telur buntu atau tidak sedangkan untuk operatif dipakai untuk mengangkat kista, myoma dan melepas perlekatan pada organ reproduksi (adhesiolisis).
Keuntungan Laparoscopy Hysteroscopy
  1. Teknologi bedah invasif minimal.
  2. Penyembuhan lebih cepat sehingga lama tinggal di rumah sakit lebih singkat.
  3. Post operatif discomfort lebih singkat.
  4. Kosmetik yang lebih baik.
  5. Resiko perdarahan kecil.
  6. Resiko infeksi lebih kecil.